Pages

 

25 Juni 2012

Impian Anak Petani

0 komentar

Berikut ini cerita tentang seorang anak petani miskin di sebuah sekolah dasar di australia di sebuah wilayah pedesaan yang cukup terpencil.

Beberapa puluh tahun yang lalu, disuatu hari saat anak ini sekolah, sang guru seni menyuruh anak didiknya untuk menggambar rumah impiannya, sangat tidak disangka anak petani miskin ini menggambar rumah yang sangat besar dan mewah. Dengan keyakinan tinggi si anak merasa bahwa gambarnya bagus dan layak mendapatkan nilai A, namun apa yang terjadi ? sang guru memberikan nilai F untuk gambarnya tersebut.

Anak tersebut memprotes sang guru, "Kenapa engkau memberikan aku nilai F padahal rumah yang ku gambar sangat bagus ?"

Sang guru menjawab, "Engkau terlalu menghayal! bagaimana mungkin engkau seorang anak petani miskin di desa kecil ini dapat memiliki rumah besar dan mewah seperti itu? sangat tidak masuk akal!!"

Rupanya anak kecil tersebut benar-benar kecewa dengan penilaian gurunya tersebut, namun dia tidak putus asa, kejadian ini membuat dia benar-benar berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya.

Di akhir cerita, terbuktilah bahwa anak petani di desa terpencil tersebut berhasil mewujudkan mimpinya, ia sekarang sudah menjadi pengusaha sukses dan berhasil membangung sebuah rumah besar dan mewah seperti yang dahulu diimpikannya.

Saat rumah tersebut selesai dibuat, ia mengundang teman-teman dan warga di sekitar rumahnya, termasuk gurunya yang dahulu memberikan nilai F untuk mimpi besarnya.

Sang guru hanya bisa terdiam dan tercengang saat melihat sebuah gambar yang sudah lusuh dalam sebuah pigura yang indah, sebuah gambar rumah besar dan mewah dengan nilai F, tulisan tangan sang guru.

Pelajaran berharga yang bisa diambil dari kisah ini, jangan pernah berkecil hati jika orang-orang menertawakan mimpi-mipi Anda, jangan takut mengejar mimpi meskipun Anda dianggap sebagai orang gila. Jangan khawatir, hampir sebagian besar pengusaha sukses dan orang-orang hebat di dunia ini pernah dianggap gila oleh banyak orang.

www.pengusahamuslim.com
Read more...

31 Mei 2012

Selamat Berbahagia "Mbak Kiki"

0 komentar


Alhamdulillah,,,
Telah lahir Putra Pertama dari saudari kita di GS Wilayah Jateng & DIY,  putra dari " Mbak Tarsina Rizki dan Mas Suksmo Susanto" ,  hari Rabu Sore dengan berat 3.297 kg.




Segenap Rekan2 kiSEL Jateng & DIY. mengucapkan : 
Selamat Berbahagia, atas kelahiran Putra Pertama Mbak Kiki,  
Semoga menjadi Putra yang sholeh, berbakti pada orang tua, berguna bagi Nusa & Bangsa,
Amiiin..
Read more...

23 Mei 2012

Solo Batik Carnival 5 - Tanggal 30 Juni 2012

0 komentar

Kota Solo memang identik dengan batik. “Batik is live, Solo is batik” begitulah kira-kira menyebutnya.

Hadir kembali dalam kemegahan budaya yang mengagumkan dari kreativitas yang tak diragukan lagi. Ya, Solo Batik Carnival 2012 edisi yang ke-5 kembali hadir pada 30 Juni 2012. 

Solo Batik Carnival merupakan sebuah karnaval berbasis masyarakat lintas etnik, usia dan profesi dimana batik menjadi tema utamanya. Solo Batik Carnival tahun ini hadir dengan nuansa yang lebih fresh. Empat rangkaian Meta dihadirkan dalam setiap kelompok. Kelompok I berupa rancangan dasar bentuk bulat, kelompok II berbentuk kerucut, kelompok III rancangan bentuk segi banyak dan kelompok IV adalah kelompok anak-anak dengan bentuk dasar flora dan fauna. SBC lima kali ini menampilkan proses perjalanan kain batik yang berawal dari kain putih sampai menjadi batik yang indah. Selain itu, peserta pun didaulat untuk kreatif, inovatif dan original dalam memodifikasi kostum.

Batik adalah identitas bangsa yang merupakan warisan agung. Batik adalah milik masyarakat. Dengan adanya perhelatan seperti ini, semoga mampu menciptakan karya yang Inovatif, kreatif dan original, bisa dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat, dan bisa dilestarikan oleh generasi muda Indonesia.


Read more...

14 Mei 2012

Jember Fashion Carnaval - 8 Juli 2012

0 komentar


Sejak JFC diselenggarakan di kota Jember sebagai " World Fashion Carnaval " telah banyak mempengaruhi dan memotivasi pertumbuhan industri kreatif maupun budaya kreatif.

JFC berupaya menggali, mengolah dan memberdayakan Sumber Daya Manusia dari sisi kreatif untuk lebih maju dan optimis menghadapi tantangan Global yang menempatkan kita pada zona kritis dimana kita dipaksa berfikir, melihat masa lalu,saat ini dan memprediksi masa yang akan datang, agar kita menjadi lebih kompetitif dan siap bersaing sacara Global.

" WELCOME to JEMBER, THE WORLD CARNAVAL CITY " 



8 Juli 2012, Jember, Jawa timur, Indonesia kembali menjelma menjadi kota karnaval dunia disepanjang catwalk 3,6 km dan didukung peserta dengan kostum,make up, koreografi ,tata warna ,karakter, stage, live & ilustrasi musik dengan formasi Fashion Runway, dance dan theatrikal, menjadikan JFC satu-satunya karnaval yang terunik,fantastik,spektakuler dan amazing di dunia dengan dihadiri ratusan ribu penonton, ribuan media, photographer dan observer yang menjadi saksi lahirnya karya anak bangsa yang berhasil mewujudkan mahakarya kreatif berkelas dunia sebagai imajinasi bagian dari keajaiban dunia.

"Extremagination" dipilih sebagai tema JFC XI tahun 2012 kali ini. Dan akan menampilkan sepuluh  peragaan  diantaranya Trinidad Tobago, Maduress, Persians, Oceanarium, Orchidacea, Savana, Mushroom, Dragon, Planet Heredity, Rome Empire yang akan hadir dihadapan dunia .

Ada kabar baru. Mulai tahun ini anda bisa membeli tiket untuk nonton Jember Fashion Carnaval. Kalau biasanya yang duduk di tenda itu adalah mereka para undangan, untuk tahun ini disediakan area untuk mereka yang beli tiket. 

Oh iyaaa… untuk yang suka poto ada kabar bagus. Mulai tahun ini spot atau tenda bagi fotografer nggak terpisah kayak dulu di sepanjang runaway. Tapi tenda untuk anda para pemburu gambar diletakan setelah tenda tamu dan tenda media. Siiip kan…?!



Jember Fashion Carnaval selalu terus memberikan yang terbaik. Tiap tahun selalu ada kabar baru, koreksi dan perbaikan. Menghelat acara dengan ratusan bahkan mungkin ribuan personil dan pendukung acara tidak mudah. Tapi Dynan Fariz bisa membuktikanya. Ya… Jember Fashion Carnaval sudah sampai di tahun kesebelas. Selamat.. Sukses.. Dunia selalu menunggu…!!

http://www.jemberfashioncarnaval.com
Read more...

11 Mei 2012

Resep Sehat Tanpa Tergantung Obat

0 komentar

Ia mendidik pasiennya agar mengubah gaya hidup. Prinsipnya, pasien harus punya otonomi terhadap tubuh sendiri.

Cobalah berkunjung ke klinik dr. Tan Shot Yen diwilayah Bumi Serpong Damai pada pukul 11 dihari kerja. Anda akan melihat dr. Tan menghadapi beberapa pasien. Sekilas, Anda mungkin berpikir dokter sedang marah-marah. Padahal ia sedang menjelaskan tentang gaya hidup sehat pada pasien barunya. Pasalnya, memang begitu gaya dr. Tan, menjelaskan dengan suara keras. Bila kita simak ucapannya, semua yang dijelaskannya sangat penting dan membukakan mata.


“Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu ‘bagaimana’. Bagaimana caranya menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, menguruskan badan, menghilangkan senewen atau sakit di jemari. Jika Anda Cuma tanya ‘bagaimana’, Anda akan jatuh menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan terpenting adalah mengapa Anda sampai sakit?” urainya.

Wanita 45 tahun ini memang tak mau punya pasien yang yang mengharapkan pil atau tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya. “Saya mau pasien yang taking ownership of their own body. Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu menyuruh ini-itu? Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda.” Wah, dokter yang satu ini tampaknya memang lain dari yang lain.

Mendorong Gaya Hidup Sehat

Perbedaan mencolok dr. Tan dibanding dokter lain pada umumnya adalah ia tidak mudah memberi obat. Rata-rata pasien yang keluar dari ruang prakteknya tidak menggenggam resep. Kalaupun ada resep, biasanya hanya vitamin dan omega-3, tergantung kondisi pasien.

“Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah mengonsumsi obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu obat berhenti, dia sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya ‘sakit apa’ lalu berkata ‘ini obatnya’? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskan asal usul penyakit. Pasien juga bego, padahal dia harusnya memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya,” jelas dr. Tan.

Sebagai ganti resep, dr. Tan memberikan pencerahan tentang gaya hidup sehat yang harus dijalani setiap orang. „Saya yakin semua dokter tahu bahwa diabetes, stroke, dan kanker adalah penyakit gaya hidup. Tapi pertanyaannya, seberapa jauh seorang dokter mau fight untuk memperbaiki gaya hidup pasiennya? Karena, penanganan pertama pasien seharusnya perubahan gaya hidup. Bila gagal, baru obat-obatan boleh dicoba.”

Dr. Tan mencontohkan, pasien yang sakit lutut akan disuruh minum obat, dioperasi, atau diganti tempurung lututnya. Padahal, titik beratnya adalah bobot tubuhnya. Jika si Pasien mengubah pola makan dan gaya hidup, berat badannya susut dan keluhan lututnya akan hilang. “Ibaratnya, mobil Mercedes pasti turun mesin kalau diisi bensin bajaj. Coba ganti dengan bensin super, pasti larinya kencang.”

Perubahan pola makan yang dianjurkan dr. Tan mungkin terdengar ekstrem. Ia mengimbau pasiennya untuk berhenti mengonsumsi gula, terigu, nasi, dan pati (singkong, kentang, ubi, jagung, talas). Pasalnya, di dalam tubuh, jenis makanan ini akan diproses 100% menjadi gula dalam waktu dua jam. Benar, manusia butuh gula untuk energi. Tapi kenaikan kadar gula darah akibat empat jenis makanan ini sangat cepat, mengakibatkan insulin melonjak untuk menekan kenaikannya. Bersama insulin, keluar pula hormon eicosanoid buruk. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, darah kental, daya tahan buruk, tubuh ‘memelihara’ bakteri, jamur, kista, tumor, dan kanker, serta timbul nyeri.

Sebagai ganti nasi, ia meresepkan: satu ikat selada mentah atau dua cangkir brokoli setengah matang, 2 putih telur rebus, 2 tomat, 2 mentimun, setengah avokad, apel, atau pear. Dengan makanan ini, tak ada sisa gula yang tersimpan menjadi lemak. Kadar gula darah sebelum dan sesudah makan pun rata-rata sama. Dan, hormon eicosanoid buruk takkan keluar sehingga tak mengundang penyakit. ‘Menu’ ini perlu dilengkapi lauk-pauk yang diolah dengan berbagai cara, asal tidak ditumis atau digoreng.

“Kita makan sayur bukan hanya demi seratnya. Sayur mentah mengandung enzim dengan life force energy yang penting buat tubuh. Inilah pola makan asal yang sesuai fitrah manusia. Siapa bilang tidak makan nasi jadi lemas? Nenek moyang kita makan sayur dan buah tapi mereka kuat mendaki gunung danm berburu.”

Sakit adalah Introspeksi
Hal lain yang menarik dari dr. Tan adalah gelar M. Hum. Gelar itu didapat setelah ia mengambil pascasarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, tahun lalu. Menurutnya, kuliah S2 filsafat membuatnya memahami manusia secara mendalam dan holistic. Ia juga jadi mengerti ‘dosa ilmu kedokteran’ tentang mekanisasi tubuh manusia.

“Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama setelah ditemukannya alat pacu dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu dipecah-pecah. Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita terlepas dari tubuh, emosi dan kecerdasan spiritual. Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin. Kalau ada yang salah, kita pergi kebengkel. Dan, rumah sakitlah bengkel terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk dipegang satu ahli saja. Manusia boleh dipegang beberapa ahli, asal mereka sama-sama sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan. Masalahnya, dokter punya arogansi profesi. Seorang dokter biasanya susah dibilangin dan selalu merasa benar,” tuturnya lugas.

Dr. Tan juga menyayangkan bila manusia zaman sekarang mati-matian melawan dan menolak sakit. Padahal, sakit adalah jalan untuk lebih memahami bahwa manusia tak selamanya diposisi atas.

“Sakit adalah introspeksi. Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh kebelakang. Apa yang ‘jalan’ dan ‘nggak jalan’ selama ini? Nah, menjadi sembuh adalah keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju lagi. Tapi bagaimana pasien bisa introspeksi bila tak dibimbing menemukan kesembuhannya dan hanya dininabobokan oleh obat? Dunia yang mati rasa dan tak mau mengalami sakit adalah dunia yang melarikan diri, mengingkari diri sendiri,” lanjutnya.

Menurut dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat. Akhirnya, obat dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk mendapatkan penghasilan lebih yang tak perlu demi obat. Lihatlah berapa banyak orang yang harus berusaha mati-matian demi keperluan berobat salah satu anggota keluarga.



Selalu Ingin Jadi Dokter

Dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara dan lulus Profesi Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Sebagai siswi yang selalu mendapat nilai cemerlang dalam ilmu eksakta, menjadi dokter merupakan impiannya sejak dulu. Baginya, dibidang kedokteran, cara pikirnya yang eksakta bisa menemukan ‘kemanusiaannya’. Dalam diri pasien, ia menemukan benang merah antara fisik, emosi dan spiritual.

Ketika baru menjadi dokter, saya juga ngaco. Sekadar memberi obat pada pasien. Lama-lama saya pikir saya cuma perpanjangan pabrik obat,” kenangnya. Lalu ia pelan-pelan lebih menggunakan gaya hidup sehat. Perubahan ini dipicu oleh ayahnya, dr. Tan Tjiauw Liat, tokoh inspiratif yang membuatnya maju untuk melihat apa sebenarnya kebutuhan manusia.

Melihat begitu berapi-apinya dr. Tan saat memberikan pencerahan gaya hidup pada pasien, siapapun mungkin akan bertanya ‘apa tidak capek?’. “Lebih capek mana dibandingkan dokter yang ditunggangi perusahaan obat dan makanan? Saya mendapat energi bila melihat pasien sembuh. Mereka memegang kendali atas hidup mereka, tidak dibohongin dokter, dan tidak tergantung obat,” jawabnya.

Dr. Tan mengakui, sepak terjangnya kerap dipandang sebelah mata oleh koleganya. “Ada yang bilang saya idealis, bahkan mission impossible. Tapi saya yakin, dalam hati kecil mereka mengatakan bahwa perubahan gaya hiduplah jawabannya. Masalahnya, mereka sendiri tidak menjalani gaya hidup itu. Ini membuat saya sebal. Kalau mereka merasa tidak bisa menjalani gaya hidup sehat, jangan mengecilkan pasien dengan menganggap pasien juga takkan bisa. Pasien yang sudah parah dikasih obat apapun pasti mau. Apalagi cuma disuruh ganti nasi dengan sayur.”




Keluarga terpengaruh


Pola makan asal yang meniadakan gula, trigu, nasi, pati dan susu yang dijalani dr. Tan juga dilakukan oleh suami – Henry Remanleh – dan anak tunggalnya, Cilla. Menurut dr. Tan, mereka tidak menjalaninya karena terpaksa, tapi karena merasakan manfaatnya. “Putri saya 17 tahun, kadang terpengaruh pola makan temannya. Dia lalu mengeluh susah konsentrasi atau pencernaannya terganggu. Setelah itu dia back on track. Dia sudah mengonsumsi raw food sejak SMP atas pilihan sendiri. Anak itu mencontoh orang tuanya. Jangan harap anak makan dengan baik kalau Anda sendiri ambur adul.”

Suaminya, Henry, adalah kinesiologis yang berkutat dengan masalah gerak dan pengaruhnya terhadap aspek kehidupan manusia. Henry juga instruktur brain gym. Ia berpraktek ditempat yang sama. Dr. Tan sangat menghargai pekerjaan suaminya karena memberdayakan masyarakat. “Brain gym terbukti bisa meningkatkan konsentrasi. Dengan pola makan sehat sejak kecil dan gerakan olahraga terstruktur, Anda tak perlu lagi minum obat,” katanya tegas.

Selain sibuk berpraktik dan menjadi pembicara talkshow, dr. Tan menjadi contributor untuk taboid dan majalah kesehatan. Selain itu, ia mengisi waktunya dengan membaca dan membuka jalur continuing medical education melalui internet. Karena itu, info dan data jurnal ilmiahnya selalu up to date – disamping buku-buku terbaru pemberian ayahnya.

Ia menjalani pilates, terkadang berenang, dan sesekali bermain piano. Kini ia sedang mengumpulkan kisah-kisah kamar praktek untuk dijadikan tulisan inspiratif agar para dokter memandang pasien lebih dari sekumpulan diagnosis.

Wah, sepertinya semangat dalam tubuh mungil ini seolah melonjak-lonjak dan tak pernah padam. Maju terus dr. Tan! .....

Read more...

Buah Kebijakan MATSUSITHA

0 komentar


PanasonicDampak dari krisis global ekonomi sampai saat ini masih terus terasa. Pengaruhnya terhadap cara hidup luar biasa besarnya. Kalangan atas berguguran, kalangan menengah ke bawah pontang-panting. Kerusakan yang ditimbulkannya tidak dapat diragukan lagi.


Pada tahun 1929 pernah terjadi ‘depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa. Saat itu General Motor terpaksa mem-PHK separuh dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut. Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan.


Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual. Saat itu, Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerk National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo.

Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang di masa kanak-kanak, ditambah lagi dengan kerja selama 18 jam sehari, 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya masih bernafas. Dengan punggung bersandar ke tembok rumah, Matsushita mendengarkan laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya datang menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya?


"Kurangi produksi separuhnya, tetapi JANGAN mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari. Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang."


Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi ekonomi itu sendiri. Dalam situasi begitu, sangatlah masuk akal jika perusahaan mem-PHK karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena keyakinannya pada sang kebajikan sudah mantap, ia memikirkan kelangsungan hidup anak dan istri dari para karyawannya, dan ia berhasil menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut. Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil yang manis 16 tahun kemudian. Hasil itu didapatkannya dari para karyawan yang pernah ditolongnya. Ia menuai buah kebajikannya sendiri.


Ketika Perang Kedua II berakhir, Jendral Douglas McArthur yang mengendalikan Jepang menangkapi semua pengusaha Jepang untuk diadili karena keterlibatan mereka selama perang. Pada kurun waktu 1930-an, para pengusaha Jepang termasuk Matsushita mendapatkan tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan logistik militer lainnya. Maka Matsushita pun ikut ditangkap.


Konosuke MatsushitaSekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita!!! Jendral McArthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita. Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita.


Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989 pada usia 94 tahun. Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para pebisnis yang berduka cita, Presiden Amerika Serikat saat itu, George Bush senior pun turut berduka.


Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas pengusaha yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi pribadi yang humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan. Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun ia membutuhkan uang tetapi uang bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk melakukan kebajikan.
Itulah sebabnya Matsushita tidak pernah menggigit orang, main curang atau merebut jatah orang lain. Matsushita yakin bahwa kalau kita tidak jahat dan terus berbuat baik maka kejahatan akan menjauhi kita dan kebaikan akan melindungi kita. Bagaimana dengan kita? Sudah cukup baikkah kita hari ini?


As long as we have memories, yesterday remains...
As long as we have hope, tomorrow awaits...
As long as we have friendship, each day is never a waste.


Sumber: Motivasi Keeboo.Corp via www.jawaban.com
Read more...

Duluan Mana Ayam atau Telor ???

0 komentar
Duluan mana ayam atau telor…..???? wallaaaah tebakan ini sudah lama banget, JADUL. Saya gak mau komen soal ini cuma tebakan ini ada kaitannya dengan cerita seeorang yang terlalu banyak mikir.

Begini…… kalau mau buka usaha biasanya mereka (pemain baru) mikirnya itu bisa sampai sejuta kali, dipikiiiiiiiiirr terus baru habis itu di pikir lagi, gak pernah jalan-jalan.

Tanya kanan kiri mengenai bisnis yang mau dirintis kira-kira bagus nggak kedepannya, tanya ke ramalan kira-kira cocok nggak dengan shio-nya, tanya pasangannya (kalo punya) apakah bisnis ini nanti ngganggu nggak dan sejuta alasan lainnya.

Aneh….. jalan aja belum kok sudah banyak mikirnya padahal Tuhan kan sudah memberikan petunjuk kepada kita bahwa segala sesuatu di dunia ini selalu berpasangan, contoh,  ada pintar ada bodoh, ada laki ada perempuan, ada sehat ada sakit dan ada untung ada rugi.

Sudah jelaskan bahwa kalau kita nggak rugi pasti untung dan kalau kita enggak untung pasti rugi jadi biarpun dipikir sejuta kalipun tetep bisnis itu nantinya kalau nggak untung ya rugi…………. gitu aja kok repot.

Untuk memotivasi biar lebih semangat maka lebih baik kalimatnya diganti saja dengan kalimat begini, ada pintar ada sangat pintar, ada sehat ada sangat sehat, ada untung ada sangat untung.

Jadi sekali lagi… kalau mau jualan atau mau pengembangan bisnis lebih baik lakukan saja jangan banyak mikir….. ingat JANGAN BANYAK MIKIR cukup sedikit saja mikirnya habis itu langsung action.

 Salah satu bukti bahwa action lebih penting daripada mikir


Sekarang balik lagi ke pertanyaan diatas, duluan mana ayam atau telor…??
Kalau saya yang jawab, kalau telor dulu yang keluar maka langsung tak dadar buat campuran jualan nasi goreng dan kalau yang keluar ayam maka langsung tak tambah tepung buat jualan Fried Chicken……. sing penting JUALAN

Read more...